Malam penuh gemerlap di Dolby Theatre, Hollywood, menandai berakhirnya perhelatan Academy Awards ke-96. Penghargaan bergengsi ini menjadi saksi bisu dominasi film “Oppenheimer” yang mengantongi 7 piala, termasuk Film Terbaik.

Film besutan sutradara kenamaan Christopher Nolan ini mengisahkan perjalanan hidup J. Robert Oppenheimer, sang “bapak bom atom“, dalam proyek Manhattan di era Perang Dunia II. Diperankan dengan gemilang oleh Cillian Murphy, Oppenheimer digambarkan sebagai sosok jenius yang dihantui keraguan moral atas ciptaannya yang mematikan.

Kemenangan Oppenheimer diwarnai pujian meriah. Kritikus film memuji naskah yang cerdas dan penuh makna, sinematografi yang memukau, serta arahan Christopher Nolan yang brilian. Akting Cillian Murphy pun mendapat acungan jempol, dinobatkan sebagai Aktor Terbaik.

Lebih dari sekadar film biografi, “Oppenheimer” mengajak penonton merenungkan dilema moral dan dampak perang yang mengerikan. Film ini menjadi pengingat penting tentang tanggung jawab ilmuwan dan konsekuensi dari penemuan mereka.

Bagi para pecinta film sejarah, biografi, dan drama, “Oppenheimer” adalah tontonan wajib. Film ini memadukan alur cerita yang menegangkan dengan sinematografi yang indah, serta akting yang memukau. Tak heran, “Oppenheimer” dinobatkan sebagai Film Terbaik di Oscar 2024 dan menjadi salah satu film terbaik tahun ini.